Dua Tahun Dikunci – Rusia Pada akhirnya Membuka Akses Telegram

Dua Tahun Dikunci – Rusia Pada akhirnya Membuka Akses Telegram

Domino99 – Sesudah lebih dari pada 2 tahun dikunci, pemerintah Rusia pada akhirnya mengembalikan akses pada service pesan Telegram. Beberapa pemakai handphone di Rusia juga dapat menggunakan service Telegram kembali lagi.

Pengawas komunikasi Rusia Roskomnadzor menyebutkan, pemerintah buka akses Telegram karena pendiri Telegram Pavel Durov siap kerja sama juga dengan pemerintah untuk melawan terorisme serta berlebihanisme di platform-nya.

“Roskomnadzor hentikan tuntutannya untuk batasi akses Telegram, dalam kesepakatan dengan kantor kejaksaan umum Rusia,” kata perwakilan instansi itu, seperti diambil dari The Verge, Sabtu (20/6/2020).

Baca Juga : Main Tanpa ada Penonton – Bruno Fernandes: Saya Kangen Fans MU

Dua Tahun Dikunci - Rusia Pada akhirnya Membuka Akses Telegram

Dua Tahun Dikunci – Rusia Pada akhirnya Membuka Akses Telegram

Sebatas info, pengadilan Rusia keluarkan perintah penutupan Telegram pada April 2018. Rusia memblok Telegram sebab pengelola aplikasi menampik untuk menyerahkan kunci enkripsi alias share data pemakai dengan Roskomnadzor.

Sebab karakternya yang dipandang aman serta private, Telegram jadi satu basis yang banyak dipakai oleh aktor serta organisasi terorisme.

Penampikan Telegram sediakan kunci enkripsi dipandang menyalahi hukum antiterorisme Rusia. Walau sebenarnya hukum itu mewajibkan service pesan untuk memberi akses pada pemerintah untuk mendekripsi pesan.

Dalam penolakannya memberi kunci enkripsi ke Rusia, CEO Telegram Pavel Durov menyebutkan, privacy bukan barang dagangan. Hak asasi manusia, menurut Durov, tidak dapat dikompromikan karena hanya ketakutan atau ketamakan faksi spesifik.

Larangan beroperasinya Telegram di Rusia sejumlah besar tidak efisien sebab banyak warga menggunakan VPN. Mengakibatkan Rusia memblok 15,8 juta IP di basis cloud Amazon serta Google.

Tidak itu saja, Rusia memblok service VPN yang sangat mungkin pemakai terhubung Telegram.

Baru pada awal bulan ini, Durov menyebutkan, pemerintah Rusia harus buka blokir Telegram.

“Pemerintah Rusia harus buka blokir Telegram serta membolehkan pemakai di Rusia terhubung service Telegram dengan semakin nyaman,” tuturnya.

Menurut Durov, perusahaan sudah tingkatkan alat untuk mengetahui serta meniadakan beberapa konten ekstrimisme di basis mereka.

Sebatas info, pada April lalu, Telegram mempunyai 400 juta pemakai aktif di penjuru dunia. Jumlah ini bertambah 2x lipat cuma dalam tempo dua tahun.

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*