Facebook Akan Melarang Iklan yang Membuat Orang Malas Divaksin

Facebook Akan Melarang Iklan yang Membuat Orang Malas Divaksin

Facebook akan larang iklan yang merintangi orang untuk divaksinasi. Pergerakan ini adalah kampanye kesehatan warga baru dari perusahaan yang mempunyai tujuan untuk menebarkan info vaksin flu.

Perombakan itu adalah kontradiksi dari kebijaksanaan Facebook awalnya, yang larang iklan dengan info salah mengenai vaksin tapi meluluskan iklan yang mengatakan penampikan vaksin bila tidak memiliki kandungan klaim palsu.

Tetapi, perusahaan menjelaskan dalam satu website, jika mereka akan meluluskan iklan yang memberikan dukungan atau melawan undang-undang atau kebijaksanaan pemerintahan mengenai vaksin, termasuk juga vaksin Covid-19.

Baca Juga : Cristiano Ronaldo Positif Covid-19 – Jalanin Karantina Berdikaria

Facebook Akan Melarang Iklan yang Membuat Orang Malas Divaksin

Facebook Akan Melarang Iklan yang Membuat Orang Malas Divaksin

Content serta dialog anti-vaksin tetap dibolehkan untuk diperlihatkan dengan organik di basis, termasuk juga di group Facebook. Demikian seperti diambil dari Guardian, Rabu (14/10/2020).

Riset Guardian mendapati keterkaitan dengan upload anti-vaksin di contoh halaman Facebook, naik di panas musim ini.

Seorang jubir Facebook menjelaskan kebijaksanaan advertensi “keseluruhannya bertambah ketat” dibanding standard komune yang aktif untuk pemakai pribadi.

Perusahaan mempunyai kebijaksanaan lain mengenai kekeliruan info kesehatan di luar advertensi, termasuk juga mengidentifikasi pengakuan palsu untuk kontrol bukti Pkv Games.

“Bila kami meniadakan seluruhnya isu serta hoax, content itu tetap ada dalam tempat lain di internet, ekosistem sosial media,” kata jubir itu.

Dengan biarkan content ini terbuka, dia menambah, perusahaan bisa memberikan beberapa orang info serta kerangka penting bukannya membuat kekosongan info.

Facebook menjelaskan mulai akan menetapkan ketentuan baru ini dalam beberapa waktu ke depan.

Perombakan itu berlangsung saat raksasa sosial media itu hadapi desakan dari anggota parlemen serta barisan kesehatan warga untuk menangani info yang keliru serta content anti-vaksin.

Facebook Akan Melarang Iklan yang Membuat Orang Malas Divaksin

Awalnya, Facebook mengupdate kebijaksanaan ajaran kedengkian untuk larang content yang menyanggah, atau mendistorsi Holocaust.

Keputusan itu diambil 2 tahun sesudah CEO Facebook, Mark Zuckerberg, lakukan satu wawancaran dengan Recode. Dia menjelaskan, walau mendapati penyanggahan Holocaust benar-benar ofensif, dia tidak percaya Facebook harus meniadakan content seperti itu.

“Saya berusaha dengan kemelut di antara bela kebebasan berekspresif serta bahaya yang karena meminimalisir atau menyanggah kengerian Holocaust,” papar Zuckerberg lewat upload Facebook di Senin, (12/10/2020).

“Pertimbangan saya sendiri sudah berkembang bersamaan data yang saya saksikan memperlihatkan kenaikan kekerasan anti-semit,” sambung Zuckerberg, seperti diambil dari The Guardian, Selasa (13/10/2020).

Faksi Facebook menjelaskan, awal tahun ini akan arahkan beberapa orang untuk cari arti yang berkaitan dengan Holocaust, atau penolakannya ke info yang bisa dipercayai dari basis itu.

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*