Pak Kepala desa Mesum Perkosa Masyarakatnya Waktu Penyemprotan Disinfektan

Pak Kepala desa Mesum Perkosa Masyarakatnya Waktu Penyemprotan Disinfektan

Penyemprotan disinfektan telah mulai di kerjakan di tiap negara termasuk juga di Indonesia. Hampir dari banyak wilayah sampai pelosok negeri ini telah diaplikasikan penyemprotan disinfektan dari mulai jalanan sampai di masing-masing rumah masyarakat. Tetapi, apa yang terjadi jika rupanya penyemprotan ini digunakan oleh sebagian orang untuk melakukan tindakan tidak pantas, seperti Pak Kepala desa satu ini?

Menurut satu Media Lokal, Seorang Wanita di Perkebunan Halimbe, Kecamatan Aeknatas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara jadi korban pemerkosaan di tempat tinggalnya, pemerkosaan itu rupanya di kerjakan oleh Kepala Desanya sendiri yang berinisial W.

Baca Juga : Android Akan Bisa Pembaharuan Tracking Covid-19 Melalui Google Play

Pak Kepala desa Mesum Perkosa Masyarakatnya Waktu Penyemprotan Disinfektan

Narasi ini berawal waktu pemda dikasih kebijaksanaan untuk menyemprotkan disinfektan ke tiap rumah, disana faksi swasta bersama-sama perangkat desa lah yang dipilih untuk mengatasi penyemprotan itu.

Di saat itu aktor yang sedang ditugaskan hadir ke rumah korban serta dia mulai menyemprotkan semua tempat tinggalnya dengan cairan disinfektan. Tetapi, bukanlah langsung pulang serta beralih ke rumah masyarakat yang lain, aktor justru memeperkosa korban di tempat tinggalnya.

Awalannya, aktor beralibi minta satu gelas air minum sebab kecapekan sesudah menyemprot, tetapi, sebab suami korban sedang tidak di dalam rumah di saat itu, mendadak aktor kesetanan serta menyeret korban ke satu kamar serta memaksakan untuk menyetubuhinya.

Pak Kepala desa Mesum Perkosa Masyarakatnya Waktu Penyemprotan Disinfektan

Untung saja, korban teriak serta membuat anaknya yang ada di dalam rumah itu terkejut serta berupaya untuk hentikan kemauan bejat dari Pak Kepala desa itu. Duh!

Tidak terima, korban pernah memberikan laporan Kepala desa itu ke Polsek Aeknatas. Tetapi sepengetahuannya, masalah itu pada akhirnya dituntaskan dengan cara kekeluargaan.

Bagaimana menurut kalian, coba tuliskan pada kolom komentar ya!

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*