Pucuk Kemarau Diperkirakan September

Pucuk Kemarau Diperkirakan September

websitebandarqq – Tubuh Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati meramalkan, pucuk musim kemarau di daerah Kabupaten Cirebon serta sekelilingnya akan berlangsung pada bulan September tahun 2020 ini.

Diterangkan Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Ahmad Faa Izyn, musim kemarau di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat terjadi semenjak bulan Juni kemarin. Menurut dia, bulan Agustus sampai September ini diprakirakan jadi pucuk musim kemarau di daerah Cirebon.

Baca Juga : Hadapai Gelombang Ke-3 COVID-19 – Hong Kong Sediakan Tes Massal Gratis

Pucuk Kemarau Diperkirakan September

Pucuk Kemarau Diperkirakan September

“Telah dari bulan Juni tempo hari. Pucuk kemarau diprakirakan Agustus-September,” kata Faa Izyn waktu dikontak Artikelberita, Selasa (1/9/2020) sore.

Dia meneruskan, pada pucuk musim kemarau ini, ada banyak wilayah di Cirebon yang mempunyai potensi alami kekeringan. Ia menyebutkan, daerah itu ialah Susukan serta Sumber.

Disamping itu, katanya, daerah Raja Galuh Lor di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mempunyai potensi alami kekeringan pada pucuk musim kemarau kesempatan ini.

“Dipucuk kemarau ada kekuatan kekeringan di daerah Cirebon. Berdasar update 31 Agustus 2020 di Jawa Barat, wilayah tidak hujan beruntun 31–60 hari berlangsung di Kabupaten Karawang (Teluk Jambe Timur), Kabupaten Subang (Ciasem,Tambak Dahan), Kabupaten Cirebon (Susukan, Sumber), serta Kabupaten Majalengka (Raja Galuh Lor),” katanya.

Ia memberikan tambahan, ini hari temperatur paling tinggi di Kabupaten Cirebon sentuh angka 35,6 derajat celcius. Faksinya meramalkan, pucuk temperatur paling tinggi dapat capai 38 derajat celcius pada awal atau akhir bulan Oktober.

“Sampai ini hari paling tinggi tertera 35,6 C. Diperkirakan pucuk temperatur paling tinggi dapat capai 38 C di akhir – awal Oktober,” tuturnya.

Dia menyarankan supaya warga bertambah siaga pada efek yang diakibatkan dari musim kemarau ini. Seperti menyusutnya tersedianya air di beberapa sumber air, kritis air bersih, bertambahnya kekuatan tidak berhasil panen pada bagian pertanian, dan lain-lain.

“Nantinya dapat nambah semakin makin tambah meluas mengingat musim kemarau masih lama,” sebut ia.

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*