Suara Hati Dokter di Tengah PSBB : Gue Minta Sekali Jangan Keluar Rumah

Suara Hati Dokter di Tengah PSBB : Gue Minta Sekali Jangan Keluar Rumah

Indonesia sekarang sudah mengaplikasikan status Limitasi Sosial Bertaraf Besar (PSBB) di sejumlah kota, diantaranya di Jakarta. Meskipun begitu ada banyak warga yang jalani aktivitasnya di luar rumah.

Pelanggaran pada PSBB tentu saja mempunyai potensi tingkatkan penyebaran virus corona (COVID-19). Walau sebenarnya jumlah kasusnya masih makin bertambah dari waktu ke waktu.

Data paling baru pada Jumat 17 April 2020 sekitar 5. 516 masyarakat terkena atau makin bertambah 380 dari hari kemarin. Sesaat yang pulih sampai 548 pasien serta yang wafat 496 orang.

Baca Juga : Pasien Pulih Covid-19 Naik Cepat Jadi 548 Melebihi yang Wafat 496

Suara Hati Dokter di Tengah PSBB : Gue Minta Sekali Jangan Keluar Rumah

Kenaikan jumlah masalah positif COVID-19 tentu saja berefek pada beberapa tenaga kesehatan yang berusaha di garda paling depan untuk mengentaskan penyakit ini. Sampai saat ini Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat ada 23 dokter yang tercatat wafat sebab COVID- 19 waktu bekerja.

Selanjutnya tentang kurang tertibnya masyarakat dalam implikasi PSBB, beberapa tenaga kesehatan sayangkan hal itu.

Misalnya dr. Ai Gozali, SpP, MD yang kerja untuk Spesialis Paru di Lampung, belakangan ini tuliskan isi hatinya lewat tulisan yang diupload ke account Instagram @aigozali06.

” Bagaimana jika gue ketularan. Bagaimana jika gue tidak ketularan, tetapi jadi carrier. Walau sebenarnya istri gue lagi hamil serta kami sedang menunggu anak kami lahir ditengah-tengah epidemi ini, ” tulisnya.

Dokter Ai juga minta warga agar teratur mengaplikasikan PSBB. Dia mengharap warga tidak untuk pergi sebab mempunyai potensi terjangkiti corona serta mempunyai potensi menularkan penyakit itu ke seseorang.

Suara Hati Dokter di Tengah PSBB : Gue Minta Sekali Jangan Keluar Rumah

Dia meminta doa untuk tenaga kesehatan yang berusaha menantang virus corona. ” Doakan kami beberapa staf medis, ” catat dokter Ai.

” Jangan sampai sentuh muka sebelum membersihkan tangan. Gue minta sekali tidak perlu keluar dari rumah dahulu jika tidak penting sekali, ditambah lagi keluar kota. Untuk menolong memutuskan rantai penyebaran, ” imbuhnya.

Hal seirama juga dirasa Cindri Wahyuni, yang disebut istri dari almarhum musikus Muhammad Awal Purbani alias Bani Seventeen. Dia menjelaskan profesinya untuk dokter, membuat harus bertemu sama orang dalam pemantauan (ODP) serta pasien dalam pemantauan (PDP) dari epidemi COVID-19.

Lewat account sosial media Instagram-nya @cindriwhy, janda cantik ini dengan cara terus jelas akui cemas serta takut. Lebih jika kelak harus jatuh sakit karena terjangkiti virus yang mematikan itu. Lebih, untuk seorang single parents dia harus mengatur ke-2 orang anaknya.

” Saya single mom dari dua putri yang sehat, cantik serta gesit. Untuk dokter di garda paling depan, tiap hari terima ODP serta PDP dari epidemi COVID-19. Susah rasa-rasanya bila saya kelak sakit terjangkiti virus yang jahat ini, ” jelas Cindri.

Suara Hati Dokter di Tengah PSBB : Gue Minta Sekali Jangan Keluar Rumah

Sama juga dengan opini dr. Ai Gozali, Cindri memandang sekarang ada banyak warga yang tidak disiplin mengaplikasikan PSBB. Mereka berkeliaran di luar rumah tanpa ada kebutuhan, walau sebenarnya pemerintah sudah mengharuskan untuk lakukan karantina mandiri di dalam rumah untuk hindari penebaran virus.

” Jakarta diliburkan bukanlah pada diam di dalam rumah, ini justru bersama-sama pada mudik ke kampung halaman. Berjalan-jalan ke mal, sebab mal di sini pada sepi, dengan bangganya berpose asyik di beberapa tempat wisata yang lain. Tolonglah kalian itu manusia yang semestinya punyai hati nurani, ” tulisnya.

Suara Hati Dokter di Tengah PSBB : Gue Minta Sekali Jangan Keluar Rumah

Dalam curhatannya Cindri meminta supaya warga untuk mengendalikan diri, masih ada di rumah. Dia meningatkan anak gampang yang kebal tubuhnya lebih bagus, mempunyai potensi jadi pembawa penyakit corona (profesi), serta menularkan penyakit pada orang-tua lanjut iusia (lanjut usia).

” Iya kamu masih terbilang muda, sehat, kebal dengan virus itu. Tetapi kamu ingin menularkan pada orangtuamu, nenek-kakekmu, beberapa orang yang imunnya buruk, tolong DI RUMAH SAJA, ” tuturnya.

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*