Sharing Bekas Pemain Kulit Hitam Inggris

Sharing Bekas Pemain Kulit Hitam Inggris

Artikelberita.com – Bekas pemain sepak bola Inggris, Lianne Sanderson, akui susah mendapatkan tugas sektor kepelatihan. Dia menunjuk sedikit ada rumor rasisme di belakangnya.

Sanderson, yang punyai catatan 50 performa untuk Tim nasional Inggris, akui susah meneruskan profesi di bagian kepelatihan. Dia berasa dipersulit untuk masuk ke barisan management.

Keadaan itu seturut dengan kurangnya keterkaitan orang kulit hitam di barisan management. Berdasar laporan Szymanski, cuman 1,6 % status eksekutif, kepimpinan, dan pemilikan club dipunyai orang kulit hitam.

Walau sebenarnya, ada 14 % orang kulit hitam yang menggenggam prediksi mix parlay malam ini lisensi pelatih UEFA Pro di bawah FA. Selanjutnya, ada 43 % pemain Liga Inggris ialah pemain kulit hitam.

Sumber daya yang banyak itu dirasakan ganjil bila susah mendapatkan tugas kelanjutan di barisan management. Sanderson menunjuk ada rumor rasisme yang mendasarinya.

“Saya berpikir Anda tidak menyaksikan  orang seperti saya bicara mengenai sepakbola pria pada 15 atau 20 tahun lalu. Dan dengan basis yang saya punyai saat ini [menunjukkan] jika waktu sedang berbeda,” kata Sanderson ke Sky News.

“Tapi saat bicara mengenai manager, Paul Ince sudah jadi sisi management, Chris Hughton sudah jadi management, tentu ada permasalahan pada sebuah tempat karena kami, entahlah bagaimana, dikunci.”

Sharing Bekas Pemain Kulit Hitam Inggris
Sharing Bekas Pemain Kulit Hitam Inggris

“Ada lumayan banyak orang kulit hitam di dunia. Ada lumayan banyak etnis minoritas di dunia, dan beberapa orang Asia, tapi tidak ada cukup pemain sepak bola Asia yang dapat capai lokasi yang mereka perlukan . Maka ada yang tidak kelar, karena kami dikunci dari satu tempat,” ucapnya.

Selanjutnya, Sanderson berasa perlakukan diskriminasi masih jadi sumber permasalahan. Beberapa hal seperti itu menurut dia masih terjadi di bawah alam sadar umumnya pejabat sepakbola.

Berita Lain  Presiden Lyon Kuak Agenda Baru Liga Champions : 7 Agustus Musuh Juventus

“Saya berpikir beberapa dari itu ialah rasisme bawah sadar, tidak berpihak yang mengakar pada dasarnya, dan beberapa orang bahkan juga tidak mengetahuinya. Kami bahkan juga tidak dikasih peluang untuk memperoleh tugas. Kami tidak minta untuk dikasih peluang berdasar warna kulit, tetapi berilah kami peluang untuk bekerja,” tegasnya.

“Itu yang saya berpikir kelihatan saat ini, dan beberapa orang berbicara, ‘Ada lebih beberapa orang seperti Anda di TV, Anda cuman kode. Telah semacam ini sepanjang beberapa ratus tahun di mana beberapa orang seperti saya tidak pernah ada di TV, jadi pasti permasalahan,” jelasnya.

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*
*