Wakil gubernur DKI Test PCR Pertama Negatif tetapi Besoknya Positif COVID-19 – Kenapa Dapat Demikian?

Wakil gubernur DKI Test PCR Pertama Negatif tetapi Besoknya Positif COVID-19 – Kenapa Dapat Demikian?

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria terverifikasi positif COVID-19 sesudah jalani pengecekan test PCR pada Jumat, 27 November 2020 lewat Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta. Pengecekan itu adalah test PCR ke-2 Riza.

Pada hari kemarin, Kamis, 26 November 2020, Riza jalani test PCR pertama. Hasil test PCR itu negatif. Lalu kenapa berlangsung ketidaksamaan hasil test PCR dalam kurun waktu cuman 24 jam saja?

Dokter specialist patologi klinik Tonang Dwi Ardyanto menerangkan, ketidaksamaan hasil test PCR dalam kurun waktu 24 jammemang dapat berlangsung.

Baca Juga : Ini 25 Sandi Terjelek pada 2020, Ada yang Kamu Gunakan?

Wakil gubernur DKI Test PCR Pertama Negatif tetapi Besoknya Positif COVID-19 - Kenapa Dapat Demikian?

“Hasil PCR dapat negatif, lalu berbeda (jadi positif COVID-19) dalam jarak 24 jam. Kita menyaksikan dari bagaimana virus itu berkembang (dalam badan),” terang Tonang waktu dikontak Artikelberita.com lewat jaringan telepon, Senin (30/11/2020).

“Bisa virus Corona tampil di hari yang lain. Pada hari awal (pengecekan test PCR pertama), virusnya belum tampil, hingga ya hasil PCR-nya negatif.”

Hasil Test PCR Berlainan Sering Berlangsung

Ketidaksamaan hasil test PCR bukan lantaran kekeliruan alat tetapi menyaksikan bagaimana perjalanan virus Sars-CoV-2 bisa teridentifikasi websitebandarqq.

“Dalam masalah ini, bukan bermakna pengecekannya salah. Ya, benar-benar pada test PCR pertama, bisa jadi virusnya berkembang belum lumayan banyak, hingga belum teridentifikasi,” jelas Tonang yang sebagai Juru Berbicara Satuan tugas COVID-19 RS Kampus Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa tengah.

Berita Lain  34 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sesudah Karyawannya Terkena Covid-19

“Dan pada pengecekan ke-2 , dalam jarak 24 jam barusan dapat teridentifikasi (virus telah berkembang).”

Masalah peristiwa ketidaksamaan test PCR, menurut Tonang, sama seperti yang dirasakan Riza ternyata kerap ditemui di atas lapangan.

“Iya, ini biasa berlangsung. Di dalam rumah sakit, kami kerap menemui peristiwa, jika pasien waktu pertama test PCR negatif. Lantas besoknya, hari ke-2 diuji, hasilnya positif. Ini kerap berlangsung,” katanya.

Virus Sars-CoV Teridentifikasi

Tonang memvisualisasikan contoh singkat, seorang yang terjangkit virus Sars-CoV-2 dan kapan virus teridentifikasi.

“Jika ketularan virus di hari Senin, misalkan. Selanjutnya dilakulan test PCR esok harinya, Selasa. Karena itu, 100 % nyaris mustahil teridentifikasi (hasil test negatif). Sebab virusnya belum berkembang,” katanya.

“Virus Sars-CoV-2 mulai akan teridentifikasi di hari Rabu atau hari ke-2 . Lantas akan bertambah kesempatan hasil diagnosis di hari ke-3 , ke-4, dan ke-5.”

Perjalanan virus Sars-CoV-2 di hari ke enam dan ke-7 terhitung pucuk diagnosis. Berarti, pada bentang hari itu, virus bisa teridentifikasi oleh alat PCR. Untuk hasil test PCR, dari negatif berbeda positif dalam 24 jam mengisyaratkan virusnya telah berkembang dan dapat teridentifikasi.

 

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*